Rabu, 29 Juli 2009


Berat Ongkos, BMW-Sauber Mundur
Satu Lagi Pabrikan Tinggalkan F1

MUNICH - Kabar mengejutkan muncul dari Munich, Jerman. BMW-Sauber, salah satu tim papan atas Formula 1, tiba-tiba mengumumkan bakal mundur dari seri balap ini di penghujung musim 2009. Alasannya tidak disampaikan secara gamblang, tapi berkaitan dengan ongkos masa depan dan kegagalan tim meraih gelar juara dunia.

Sebelum ini, tidak ada yang menyangka BMW bakal mengundurkan diri. Setelah Honda mundur duluan pada Desember 2008 lalu, memang ada sentilan bahwa bakal ada pabrikan lain menyusul. Hanya saja, waktu itu yang dianggap terancam mundur adalah Toyota atau Renault.

Ternyata, yang mundur adalah BMW-Sauber, tim yang belakangan masih proaktif bicara soal masa depan F1.

"Tentu saja ini keputusan yang sulit bagi kami. Tapi, ini langkah penting dalam penataan ulang strategi perusahaan," kata Dr Norbert Reithofer, chairman BMW, dalam jumpa pers di Munich kemarin pagi (29/7).

Reithofer menjelaskan, sustainability di masa depan merupakan hal penting. Pihaknya telah melakukan review terhadap segala aktivitas perusahaan, untuk mengecek viability dan sustainability masa depan. Dan mahalnya F1 bukanlah hal yang cocok lagi untuk itu.

"Mario Theissen telah memimpin program balap kami sejak 1999. Kami telah meraih cukup banyak sukses, termasuk di F1. Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Mario Theissen dan timnya," lanjut Reithofer.

Selain masalah ongkos masa depan, Dr Klaus Draeger (anggota dewan komisaris BMW) menambahkan bahwa buruknya performa musim ini ikut mendorong dibuatnya keputusan untuk mundur. "Kami butuh tiga tahun untuk meraih status tim papan atas. Sayang, sekarang kami tak sanggup memenuhi ekspektasi," ujarnya.

Bernie Ecclestone, bos komersial F1, menegaskan itu ketika menanggapi berita mundurnya BMW, dalam wawancara di BBC Radio Five Live.

"Baru-baru ini, ketika saya bicara dengan Mario Theissen, dia bilang pihaknya punya tiga tahun untuk meraih gelar juara dunia. Itu target yang dia inginkan dan dia percaya bisa melakukannya. Tapi kenyataannya tidak semudah itu. Mungkin itulah penyebab mengapa mereka akhirnya memutuskan untuk mundur," paparnya.

Dalam jumpa pers itu, Theissen menerima dengan lapang dada keputusan perusahaan. Mereka memang ingin terus berkiprah, untuk membuktikan bahwa lemahnya performa musim ini hanyalah batuk kecil, setelah tiga tahun meraih sukses di F1.

"Sekarang kami akan fokus menghadapi sisa musim ini, meraih hasil terbaik sebagai kado perpisahan dengan F1," ucapnya.

Saat ini, setelah sepuluh dari 17 lomba berlalu, BMW-Sauber terpuruk di urutan delapan klasemen konstruktor. Padahal, hanya ada sepuluh tim peserta. Robert Kubica dan Nick Heidfeld hanya mampu meraih total delapan poin.

Masih belum jelas, bagaimana nasib para personel BMW-Sauber setelah ini. Awal tahun ini, setelah Honda mundur, nasib personel tim itu juga sempat terkatung-katung sebelum akhirnya tim berubah nama menjadi Brawn GP.

Pihak BMW sendiri mengaku belum melakukan pembicaraan lebih lanjut. Mereka akan melakukan update ketika ada keputusan lebih lanjut.

Mundurnya BMW ini tentu mengguncang F1. Bukan tidak mungkin, pabrikan-pabrikan lain bakal ikut mundur. Sekarang justru terlihat, bahwa inisiatif FIA (federasi balap mobil dunia) untuk membatasi ongkos dan mencari tim-tim baru merupakan inisiatif yang penting.

Dalam beberapa pekan ke depan, pembicaraan soal masa depan F1 tampaknya bakal kembali memanas. (aza)

Kiprah BMW di F1(Sejak 2000)

2000-2005

Menjadi supplier mesin Tim Williams, meraih sepuluh victory

2006-2008

Mengambil alih Sauber, menjadi BMW-Sauber.

Terus naik peringkat, finis kedua di klasemen konstruktor 2007.

Meraih kemenangan pertama di Grand Prix Kanada 2008.

2009

Mengawali musim dengan buruk (8 poin dari sepuluh lomba).

Memutuskan mundur di akhir musim 2009.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar